Ia bahkan memanfaatkan kondisinya untuk meminta-minta di jalan raya. Namun lama kelamaan, ia akhirnya sadar bahwa hidupnya bisa jauh lebih baik lagi dari meminta belas kasihan orang.
“Saat itu saya menyadari tidak mau selamanya menjadi pengemis. Saya harus melanjutkan hidup dengan kemampuan sendiri,” kata Yue.Seperti yang dikutip Kabarberita, cacat fisik yang dialami Yue diakibatkan kecelakaan pada tahun 1993. Kala itu ia memotong kayu di api pegunungan Provinsi Jilin, China.Tiba-tiba saja ia terjatuh ke dalam jurang. Akibat insiden itu, Yue kehilangan sembilan jari dan kedua kakinya karena harus diamputasi. Biaya perawatan pun sangat mahal, sehingga ia terpaksa harus menjual rumah untuk melunasinya.Sementara Istri Yue diketahui meninggal dunia tiga hari setelah melahirkan putri mereka. Sejak itu ia merawat sang buah hati dengan sendirian.Pada 2003, Yue mencoba memulai usaha untuk membangun sebuah bengkel. Meskipun dengan uang yang seadanya. Namun hal itu tak menghalangi niat Yue.Yue mengaku awalnya ia kesulitan memegang alat-alat tersebut. Namun ia terus belajar untuk mengontrolnya hingga akhirnya ia mampu memegang semua alat.Kini, Yue berhasil mewujudkan keinginannya menjadi seorang mekanik dan memiliki sebuah bengkel.Kisah Yue ini ternyata kedengaran sampai di telinga warga di kota setempat. Banyak dari mereka kagum dan salut dengan semangat hidup yang dimiliki Yue.
Butuh tempat bermain Togel Online, silahkan klik disini Bandar Togel Online Terpercaya atau Agen Togel Online Terpercaya

No comments:
Post a Comment