Hujan meteori Perseids tahun ini bisa disaksikan lebih jelas dari tahun sebelumnya.Gravitasi Planet Jupiter telah mendorong puing-puing komet tersebut menjadi rumpun yang lebih padat, dan hasilnya menjadikan hujan meteor yang lebih lebat. Jika biasanya hujan meteor Perseid tahunan menampakkan 80-120 an meteor per jam, menurut pakar meteor NASA, Bill Cooke, maka pada puncak hujan meteor Perseid pada 11-12 Agustus 2016, puncak hujan meteor bisa dilalui 200-300 meteor.Meteor Perseid bisa dilihat dari konstelasi Perseus. Swift-Tuttle terakhir kali berada dekat dengan Bumi pada 1992 dan akan mendekat lagi pada 2126. Meteor ini diprediksi baru akan datang lagi pada 12 Agustus 2028.Hujan meteor Perseid bukan sebuah penampakan yang langka. Fenomena alam hujan meteor itu terjadi setiap tahun mulai dari pertengahan Juli sampai akhir Agustus. Hujan meteor Perseid itu terjadi saat Bumi melalui debu dan puing-puing ribuan tahun dari komet berdiameter 26 kilometer, Swift-Tuttle. Komet ini tercatat mengorbit Matahari setiap 133 tahun.Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional, Thomas Djamaluddin mengatakan, bahwa kemungkinan besar warga ibu kota tidak melihat hujan meteor Lyrid."Kota Jakarta lebih sulit melihatnya karena banyak polusi cahaya. Memang, polusi yang satu ini akan menjadi masalah tersendiri saat mengamati hujan meteor Lyrid," kata Thomas kepada Gunaberita di Jakarta Barat.
Butuh tempat bermain Togel Online, silahkan klik disini Bandar Togel Online Terpercaya atau Agen Togel Online Terpercaya

No comments:
Post a Comment