Wednesday, August 29, 2018

PEMBUNUHAN RAJA ATAHUALLPA DAN MISTERI HARTA KARUN EMAS YANG HILANG

Chanel4d - Kematian Raja Atahuallpa pada 29 Agustus 1533 mengakhiri peradaban Inca yang telah berlangsung selama 300 tahun. Penguasa ke-13 kerajaan terletak di Peru itu tewas di tangan penakluk Spanyol, Francisco Pizarro.
 PEMBUNUHAN RAJA ATAHUALLPA DAN MISTERI HARTA KARUN EMAS YANG HILANG
Berada di wilayah Pengunungan Andes, bangsa Inca mendirikan kerajaan yang memerintah 12 juta manusia. Meski tak punya sistem penulisan, mereka mengembangkan pemerintahan yang terstruktur, mendirikan bangunan megah, dan dan membentuk pertanian yang tertata. Atahuallpa naik takhta setelah mengalahkan pasukan kakak tirinya, Huasca pada 1532 dalam pertempuran sengit yang berlangsung bertahun-tahun.Sementara, seperti dikutip dari Kabarberita, Francisco Pizarro adalah anak di luar nikah seorang bangsawan. Ia bekerja sebagai tukang daging saat muda. Ingin kaya dan terkenal, pria itu pun menjadi tentara yang menjelma jadi penakluk atau conquistador.
Mendengar legenda soal kekayaan besar peradaban suku-suku Indian di Amerika Selatan, Pizarro membentuk aliansi dengan sesama penakluk, Diego de Almagro pada tahun 1524 dan berlayar menyusuri pantai barat Amerika Selatan dari Panama. Ekspedisi pertama hanya sejauh Ekuador, namun yang kedua menembus hingga Peru. Keberhasilan Hernan Cortes menjarah kekayaan bangsa Aztec menjadi inspirasinya.
Awalnya, kedatangan Pizarro ke Inca disambut dengan ramah oleh Atahuallpa. Raja itu baru memenangkan pertempuran terbesar dalam sejarah negerinya, ia juga punya 30 ribu pasukan dan merasa kedatangan para pria asing berkulit putih yang jumlahnya 180 orang itu bukan sebagai ancaman.
Atahuallpa tak menyangka, tamu-tamunya itu merencanakan penyerbuan. Sang raja awalnya didesak untuk takluk, tapi ia menolak. Pizarro pun memerintahkan serangan dilancarkan.
Meski jumlahnya lebih kecil, pasukan Spanyol dilengkapi artileri, senjata, dan kavaleri yang menakutkan, yang sama sekali tak dikenal suku Inca.
Akibatnya, ribuan anggota suku Inca dibantai, dan rajanya ditangkap. Atahuallpa menawarkan ruangan berisi harta sebagai tebusan untuk pembebasannya. Pizarro pun menerimanya.
Akhirnya, sekitar 24 ton emas dan perak dibawa ke Spanyol. Meski tebusan luar biasa besar telah diberikan, Pizarro berkhianat dan melancarkan berbagai tuduhan palsu.Pengadilan Spanyol menjatuhkan vonis mati pada Atahuallpa. Pada hari eksekusi, 29 Agustus 1533, sang raja diikat ke dalam tiang. Kepadanya ditawarkan dua pilihan: dibakar hidup-hidup atau dicekik dengan garrote (kerah besi) jika dia mau memeluk agama Kristen.
Atahuallpa memilih opsi kedua. Ia ingin jasadnya tetap utuh agar bisa dimumikan.
Dengan bala bantuan dari Spanyol, Pizarro merebut ibu kota Inca, Cuzco tanpa perlawanan pada November 1533. Ia mengangkat dirinya sebagai gubernur Spanyol di wilayah Inca.


Butuh tempat bermain Togel Online, silahkan klik disini Bandar Togel Online Terpercaya atau Agen Togel Online Terpercaya

No comments:

Post a Comment